27.10.10

Ini Dia Foto Miyabi "Shooting" di Indonesia


Kabar keberadaan bintang porno asal Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi, ke Indonesia ternyata bukan isapan jempol belaka. Sejumlah foto yang beredar di internet memperlihatkan bintang porno asal Jepang itu tengah terlibat shooting sebuah film di Indonesia.

Ia bahkan terlihat sangat menikmati betul suasana shooting. Miyabi juga sempat berfoto bersama dengan para kru dan mejeng di sebuah delman bersama para pemain film dan kru lainnya. Ia juga terlihat berpose di atas motor Patroli dan Pengawalan (Patwal) milik anggota kepolisian.

Sedikitnya ada sepuluh foto yang diunggah. Hal ini memperkuat keberadaan Miyabi.

Kepada Kompas.com, Ody Mulya Hidayat selaku produser yang sempat melibatkan Miyabi dalam film produksinya, Menculik Miyabi, sempat membantah mengenai kedatangan Miyabi ke Indonesia. Ia bahkan mengaku baru berkeinginan mendatangkan Miyabi, tetapi tidak dalam waktu dekat.

"Ah, mirip-mirip kali," kilahnya, menanggapi keberadaan Miyabi di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta. "Setahu saya, belum. Ini saja saya masih mau cari tahu dia bisa datang atau tidak," ujarnya lagi.

Ody boleh saja mengklaim seperti itu. Namun, dalam salah satu foto yang berbedar, Ody terlihat sedang menyimak hasil rekaman dari sebuah laptop (foto kanan bawah). Miyabi pun terlihat dalam foto tersebut. (kompas.com)

23.10.10

Dulu Ada Kopi Luwak...Sekarang Ada Durian Gajah ( Durian Dari Kotoran Gajah)

Ini kedengarannya menjijikan: durian termahal dan mungkin terenak di dunia datang dari kotoran Gajah. Hah?

Ini makanan kedua yang datang dari 'kotoran hewan.

Yang pertama, tentu saja Kopi Luwak -- yang dinobatkan sebagai kopi termahal di dunia. Proses mendapatkan 'Durian Gajah' itu juga mirip.

Jika penduduk asli Sumatera mencari biji kopi yang belum tercerna di kotoran Luwak, masyarakat Jakun di hutan-hutan Malaysia akan mengikuti gajah yang baru menelan banyak durian.

Mereka mengambil risiko mengikuti binatang mamalia ini setidaknya selama empat jam -- durasi yang dibutuhkan hewan itu untuk mencerna durian -- sebelum buah yang tak tercerna keluar bersama kotoran.

Adalah penasehat Malaysia Nature Society cabang Johor, Vincent Chow yang mendengar keberadaan durian unik ini dari temannya seorang taipan kayu dan penduduk asli hutan 'Orang Asli'.

Kata dia, konglomerat kayu ini selalu mengajukan pesanan pada Orang Asli selama musim durian.

Karena stoknya yang langka, sang taipan mau merogoh kocek agak dalam -- membayar RM1.000 atau Rp2,8 juta demi memuaskan hasrat makannya itu.

"Tentu saja Orang Asli mau mengikuti jejak para gajah karena mereka tahu akan dibayar mahal," kata Chor, seperti dimuat situs New Straits Times, Jumat 22 Oktober 2010.

Jangan bayangkan kotoran kerbau atau kambing yang baunya minta ampun.

"Menurut warga setempat, bau kotoran gajah seperti teh, tidak menyengat seperti herbivora lainnya."

Durian yang belum tercerna itu diklaim tak mengandung kotoran dan bakteri.

Bahkan, sang taipan mengklaim durian semacam itu akan jadi afrodisiak alias makanan pembangkit gairah seksual -- setelah melewati proses pencernaan gajah.

Meski tak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim itu, permintaan 'Durian Gajah' makin tinggi dan harganya terus meningkat.

Berani mencoba?

22.10.10

Bob Guccione, Pendiri Majalah Porno Penthouse Meninggal Dunia

Pendiri majalah porno Penthouse, Bob Guccione, meninggal dunia. Guccione tutup usia 79 tahun akibat penyakit kanker yang dideritanya.

Guccione meninggal Rabu (21/10/2010) di sebuah rumah sakit di Plano Texas. Dia empat kali menikah dan memiliki 5 anak. Demikian ditulis AFP, Kamis (21/10/2010).

Dia lahir di Brooklyn tahun 1930. Keluarganya adalah imigran Sicilia. Dia dibesarkan dalam lingkungan Katolik Roma, bahkan sempat berkeinginan masuk sekolah agama. Namun kemudian dia hijrah ke Eropa dan menjadi pelukis.

Guccione pertama kali menerbitkan Penthouse tahun 1965. Empat tahun kemudian, ia merintis penerbitan majalah pria dewasa ini di Amerika Serikat.

Penthouse segera menjadi saingan majalah Playboy. Pada periode 1980an, penerbitan ini berhasil membangun kerajaan bisnis untuk segala hal yang berkaitan dengan libido. Asetnya pernah mencapai US$ 400 juta.

Guccione senang memotret sendiri model-modelnya. Terutama untuk kategori gadis pilihan dalam sebuah edisi.

Saat pornografi berkembang pesat melalui film dan internet, Guccione tertinggal jauh dari saingannya. Serangkaian investasi yang gagal membuatnya makin bangkrut. Dia harus kehilangan kerajaan bisnisnya, termasuk apartemen mewah dan kasino miliknya.

Penerbit Penthouse, General Media Inc, yang 85 persen sahamnya dimiliki Guccione, akhirnya dinyatakan bangkrut pada tahun 2003. Saat ini majalah tersebut dikelola oleh FriendFinder Networks Inc, yang juga menjalankan bisnis situs porno.

14.10.10

Aisha Wanita Cantik Korban Mutilasi Taliban Punya Hidung Baru..

Masih ingatkan kamu siapa dia? Ya..dia adalah Gadis korban mutilasi Aisha Taliban yang muncul di sampul Majalah TIME edisi 9 Agustus 2010
Seorang wanita yang menjadi gadis poster korban penindasan Taliban di Afghanistan setelah dimutilasi suaminya, kini memperkenalkan wajah barunya pada dunia.

Gadis korban mutilasi Aisha Taliban yang muncul di sampul Majalah TIME edisi 9 Agustus 2010 kini dapat tersenyum ceria. Aisha (19) telah mendapatkan hidung baru yang sebelumnya dipotong oleh Taliban.

Harian Inggris, Telegraph, Selasa (12/10/2010) memberitakan, Aisha muncul di depan kamera di Los Angeles, AS untuk menerima penghargaan Enduring Heart dari organisasi Grossman Burn Foundation, yang membiayai operasinya di AS.

Maria Shriver, istri Gubernur California Arnold Schwarzenegger menyerahkan penghargaan tersebut.

"Ini pertama kali penghargaan Enduring Heart diberikan pada seorang wanita yang teguh hatinya dan yang menunjukkan pada kita semua apa artinya memiliki cinta dan hati yang teguh," kata Shriver.

Aisha yang nama lengkapnya tidak disebutkan itu menjawab singkat, "Terima kasih banyak."

Bulan ini, Aisha telah mendapatkan hidung palsu yang dipasang di Rumah Sakit West Hills Hospital. Dr Peter H Grossman mengatakan, mereka berharap akan memberikan "solusi yang lebih permanen" untuk Aisha. Itu kemungkinan mencakup pembentukan kembali hidung dan kedua telinganya dengan menggunakan, tulang, jaringan dan tulang rawan dari bagian-bagian tubuhnya yang lain.


Aisha ditampung di yayasanyayasan kemanusiaan Grossman Burn Center di West Hills Hospital di California, Amerika dan delapan bulan kemudian dia menjalani operasi pertamanya. Dr Peter H Grossman yang mengetuai pengoperasian itu berharap bisa memberikan Aisha hidung permanen. Artinya, dibutuhkan rekonstruksi tulang untuk dicangkokkan di hidungnya.

6.10.10

Satu-Satunya Presiden Yang Nekat Tawuran Saat Bermain Sepak Bola

Presiden Bolivia, Evo Morales, nyaris memicu tawuran di lapangan hijau saat bermain sepak bola di Ibukota La Paz, Minggu 3 Oktober 2010. Pertandingan itu sempat terhenti saat Morales menghajar seorang pemain dari tim lawan.

Sebenarnya laga itu hanya pertandingan persahabatan antara tim Morales dengan para pejabatnya melawan kesebelasan pimpinan Walikota La Paz. Pertandingan itu terbilang seru mengingat yang dihadapi tim Morales adalah para anggota kubu oposisi, termasuk si walikota.

Masalah dimulai ketika pertandingan baru berjalan lima menit. Menurut kantor berita ABI, seperti yang diteruskan stasiun televisi CNN, kaki Morales diterjang oleh pemain lawan. Dia adalah Daniel Gustavo Cartagena, pemimpin kubu oposisi dari Partai MSM.

Merasa dirugikan lawan, Morales membalas. Tak lama kemudian, Morales menggunakan lutut kanan untuk menghajar pangkal paha Cartagena. Dia pun langsung tersungkur dan pertandingan dihentikan beberapa saat karena langsung terjadi kericuhan.

Ironisnya, wasit justru mengusir Cartagena karena sebelumnya mengasari Morales, sedangkan si presiden tidak diganjar kartu merah. Beruntung, situasi bisa terkendali dan pertandingan bisa dituntaskan dengan skor 4-4. Aksi Morales menghajar bagian kemaluan Cartagena dengan dengkul itu sempat terekam melalui video dan sudah diunggah ke laman YouTube.

Kaki Morales menderita luka memar setelah ditebas Cartagena. Maka, tim dokter menyarankan Morales untuk istirahat selama sepuluh hari untuk pemulihan.

Namun, Morales Senin kemarin tetap bekerja seperti biasa kendati kaki kanannya harus dikompres dengan es.


16.9.10

Misteri Sukhoi dan Teknisi Rusia. Ada Apa Sebetulnya?

ditulis oleh: Abang Geutanyo (http://www.kompasiana.com/abanggeutanyo)

Mempunyai 2 (dua) dari 3 (tiga) pesawat Sukhoi 27 SKM tentu perlu merasa bangga karena jenis pesawat ini termasuk golongan pesawat tempur mutakhir kelas berat. Bandingkan saja dengan Mig-29 pun, masih digolongkan sebagai pesawat tempur mutakhir ringan.

Pesawat yang diproduksi oleh Rusia ini awalnya dirancang untuk mengimbangi jenis pesawat tempur buatan Amerika Serikat, antara lain :F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet. Keunggulan secara umum adalah berfungsi sebagai interseptor dan penjelajah udara jarak jauh. Kecepatan optimalnya mencapai 2,4 mach mematahkan record F-16 yang hanya 2,1 mach. Tentu perlengkapan persenjataan yang paling handal adalah peluru kendali (rudal) anti radiasi termutakhir dan rudal udara ke darat. Pas banget untuk menyerang sistem pertahanan lawan secara mendadak asalkan letak kordinat sasaran telah terdeteksi oleh tim pemberi informasi yang sedang bertempur di darat.

Dua Sukhoi Datang Dua Teknisi Tewas, seroang lagi Kritis.

Dibalik kebanggaan yang baru saja kita rasakan dalam hitungan hari, kita harus menerima kenyataan 3 (tiga) orang teknisi perintis yakni tenaga ahli yang duluan tiba (sebelum Sukhoi yang diangkut Antonov 124-100 mendarat) mengalami peristiwa tragis. Persis satu hari setelah pesawat itu tiba, ke dua teknisi perintis yang datang lebih duluan itu meninggal dunia, sedangkan seorang lagi sedang dalam perawatan. Mereka bertiga bertugas untuk memeriksa apakah spesifikasi 2 dari 3 pesawat pesanan pertama tersebut telah sesuai dengan perjanjian, kontrak, model dan syarat sebagaimana yang telah ditentukan.

Dalam aktifitas agen sipionase Rusia -khususnya mempelajari cara kerja agen KGB- perkara musnah memusnahkan anggota tim (bahkan dari satu kesatuan pun) bukan perkara yang sulit. Masih ingat mantan agen Rusia, Alexander Litvinenko, meninggal pada 24/11/2006, tiga pekan setelah ia diracuni di London.

Analisa Kemungkinan Sebab Akibat

Kemungkinan apa saja dibalik kematian ke duanya yang hampir serentak -dalam konteks kedatangan pesawat SU-27 tersebut- dapat dianalisa beberapa kemungkinan sebagai berikut :

  1. Ke dua mereka (dari 3 orang) mengetahui persis spesifikasi seperta apa yang harusnya diterima oleh Negara kita. Apakah dalam proses penyerahan itu ke 3 mereka mengetahui ada yang tidak beres? Belum sampai nota protes atau penolakan kepada kita ke duanya (dari 3 orang) telah meninggal dunia setelah pesawat Antono124-100 mendarat.
  2. Adanya Mossad bermain di balik layar? Satu sisi terlalu cepat merambah ke mutan ini, tapi memang tidak tertutup kemungkinan karena jenis peswat ini termasuk barang superior. Nato memberi label “Flanker” kepada pesawat ini yang artinya memanggul, karena di kedua sisi sayapnya memanggul sistem persenjataan yang teramat modern. Mungkin saja Mossad tidak ingin spesifikasi aslinya berada di negara kita sehingga tidak tertutup kemugkinan memasok prototype yang nomor dua. (perlu diketahui setiap unit produksi tempur apapun selalu ada 2 jenis-bahkan 3jenis- yakni untuk eksport dan untuk dipakai di negara sendiri).
  3. Kedekatan Israel dengan beberapa negara tetangga sudah bukan rahasia umum lagi. Negara tetangga telah memiliki alutsista ini hingga 8 (delapan) unit. Apakah kita tidak diizinkan memiliki alutsista yang handal sehingga kalau bertempur harus selalu memakai pesawat lebih ringan dan menggunakan persenjataan konvensional hingga menuai kekalahan?.. Ini masih perlu dikembangkan pembuktiannya.
  4. Kematian ke duanya (seorang lagi kritis) bisa jadi karena keracunan makanan, ketidak cocokan udara atau stress. Namun demikian penyebab nomor tiga ini sulit sekali dicerna atau diterima akal sehat kendatipun tetap saja mungkin terjadi.
  5. Jika pemerintah Rusia menganggap kematian ini sebuah hal yang tidak wajar, bisa berakibat kepada pembatalan kesepakatan dan beresiko kepada kerugian,yakni hilangnya modal pembelian pesawat, hilangnya kepercayaan Rusia dan lebih gawat lagi arsenal kita (alutsista udara) terpaksa memulai lagi dari Nol.
  6. Kedatangan ke dua SU-27 tersebut tertutup untuk wartawan dan umum, satu sisi bisa diterima sebagai protap mekanisme pengadaan sistim pertahanan sebuah negara. Tapi sisi lain, kita telah punya pengalaman saat pengadaan Tank Scorpion beberapa waktu yang ternyata tidak berfungdi optimal. Apa jadinya jika pesawat tempur ini bermasalah seperti Scorpion atau seperti Kapal Selam Scopene milik Malaysia..? Baru kita nanti ribut-ribut membahasnya. Semoga kali ini tidak akan terjadi seperti ini.

Spesifikasi Pesawat.

Sebagai bahan masukan dan informasi bagi kita, jenis pesawat Sukhoi-27 SKM ini memiliki beberapa sepesifikasi sebagai berikut :

  • Karakteristik umum : Kru: Satu Panjang: 21,9 m (72 ft) Lebar sayap: 14,7 m (48 ft 3 in) Leading edge sweep: 42° Tinggi: 5,93 m (19 ft 6 in) Area sayap: 62 m² (667 ft²) Berat kosong: 16.380 kg (36.100 lb) Berat terisi: 23.000 kg (50.690 lb) Berat maksimum lepas landas: 33.000 kg (62.400 lb) Mesin: 2× Lyulka AL-31F turbofan, 122,8 kN (27.600 lbf) masing-masing Performa Kecepatan maksimum: 2.500 km/jam (1.550 mph Mach 2.35) Jarak jangkau: 1.340 km pada ketinggian air laut, 3.530 km pada ketinggian tinggi (800 mi pada ketinggian air laut, 2070 mi pada ketinggian tinggi) Atap servis: 18.500 m (60.700 ft) Tingkat panjat: 325 m/s (64.000 ft/min) Beban sayap: 371 kg/m² (76 lb/ft²′) Dorongan/berat: 1,085
  • Persenjataan : 1 x meriam GSh-30-1 30 mm, 150 butir peluru 8.000 kg (17.600 lb) pada 10 titik eksternal 6 R-27, 4 R-73 Su-27SM dapat menggunakan R-77 menggantikan R-27 Su-27IB dapat menggunakan peluru kendali anti-radiasi X-31, peluru kendali udara ke darat X-29L/T, serta bom KAB-150 dan UAB-500. (sumber spesifikasi : SyaCreative.com)

Sistem perlengkapan persenjataan lainnya tergantung kebutuhan dan permintaan konsumen (negara pemesan) selama masih memenuhi daya angkut dan tidak menganggu sistem jelajahnya.

Harga satuan US$35 juta per unit. offroad, peranko Rusia) tidak termasuk sistem persenjataan. Harga tersebut masih harga tahun 2008.

Sekali lagi, kita bangga dan berterimakasih atas kerjasama dan kepercayaan Rusia memperkuat Alutsista negara kita. Kita berharap semoga alutsista lainnya segera dapat dipasok dengan tepat, benar, layak dan cukup handal. Tentu saja harus sesuai dengan spesifikasi dan persyaratan yang telah disetujui dari awal dalam MoU yang telah disepakati.

Kesimpulan

Persoalan kematian ke 2 dari 3 teknisi itu bukan hal yang aneh karena resiko berkerjasama dalam pengadaan sistem persenjataan di negara Rusia sangat tinggi. Sama halnya ketika terjadi peristiwa peledakan seorang wanita Mongolia di Malaysia yang berperan sebagai penterjemah dalam lobi pembelian Kapal selam Scopene dari Perancis beberapa tahun lalu, ini adalah resiko yang kerap terjadi dalam bisnis seperti ini.

Yang penting bagi kita adalah alutsistanya sudah mencukupi, sesuai order dan dapat diandalkan. Selain itu tentu kita musti waspada jangan sampai pemerintah Rusia sendri protes dan bertanya kenapa tim teknisi mereka meninggal dunia serentak.? Jika ini terjadi terpaksa lagi mereka kaji ulang kesepakatan dengan resiko selain alutsista sista kita tidak ada perubahan juga kepercayaan Rusia menjadi berkurang. Semoga kondisi ini tidak mempengaruhi kerjasama yang telah dirintis dari awal dengan tujuan sangat strategis, yakni bagi kepentingan sistem pertahanan bangsa dan negara kita..

(sumber: http://unik.kompasiana.com/2010/09/15/dua-sukhoi-datang-dua-teknisi-rusia-tewas/)

11.9.10

Agung Etty Hendrawati, Sosok Wanita Tak Dikenal Yang Sudah Mengharumkan Nama Indonesia di Pentas Dunia


Banyak yang bilang bahwa secara fisik, perempuan lebih lemah dan sulit bersaing dengan laki-laki. Namun, pendapat itu tidak sepenuhnya benar. Tengoklah prestasi Agung Etty Hendrawati dalam cabang yang “sangat laki-laki”, yakni panjat dinding. Pengoleksi juara 1 kompetisi internasional (ESPN X Games 2000), 4 gelar medali emas PON, dan puluhan gelar juara di berbagai kompetisi nasional dan regional (Singapura, Thailand, Cina, dan Malay­sia). Rasa-rasanya tidak ada satu laki-laki pun di Indonesia yang prestasinya semengkilap Etty di cabang ini.

Etty terlahir dari sebuah keluarga sederhana di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta pada 11 Mei 1975. Bapaknya bekerja serabutan dan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa. Etty adalah anak ketiga dari delapan bersaudara yang harus berpencar ketika orang tua mereka memutuskan bercerai. Dan ia kemudian mendapat jatah untuk tinggal bersama neneknya, ketika duduk di bangku sekolah dasar. Sejak kecil Etty pun harus berjuang dengan membantu neneknya berjualan kue.

Satu hal yang paling menyenangkan di masa kecilnya adalah memanjat pohon dan mengambil buah ranum yang ia bisa makan. Bisa jadi, hobi inilah yang kemudian menjadi fondasi bagi kesuksesan Etty di masa sekarang.

Dengan perjuangan yang tak mudah, lulusan SMA yang pernah menjadi pelayan toko pakaian ini sekarang sudah menjadi seorang atlet panjat dinding dan tebing yang berhasil di kelas dunia.

Pada tahun 2000 dengan tubuh mungilnya, dara yang berjilbab asal Desa Wonosari Gunung Kidul (DIY) ini, berha­sil menjuarai kompetisi panjat dinding internasional di Amerika Serikat. Ia yakin, Indonesia memi­liki banyak calon juara panjat kelas dunia. Etty bernostalgia saat-saat bersejarah dunia panjat dinding Indonesia itu, khusus bagi kelas putri.

Kejuaraan panjat dinding yang berlangsung 18-19 Agustus 2000 itu, merupakan salah satu event yang diselenggarakan tele­visi olahraga ESPN setiap tahun sejak 1995. Karena kejuaraan dunia sehingga pesertanya dari mana saja termasuk atlet Olga Zakharova dari Ukraina, yang menjuarai dunia panjat dinding versi UIAA (United International Association Alpens atau FIFA-nya panjat tebing). Etty pun sempat minder, “Wah badannya besar dan jangkung-jangkung!” Etty saat itu bahkan tidak berani membayangkan keluar sebagai juara, dan hanya mematok target menimba pengalaman saja.

Etty mengikuti cabang speed climbing atau adu cepat meman­jat. Dia mendapat juara pertama, setelah berhasil memanjat dinding setinggi 18 meter dengan catatan waktu 17,39 detik! Sedangkan juara dua diraih, El­ena Repko dari Ukraina dengan waktu 18,11 detik. Baru Olga Zakharova menduduki juara tiga dengan waktu 19,58 detik. Pada acara puncak itu, hanya diikuti oleh delapan peserta mewakili beberapa negara. Etty berhak mewakili Asia-Australia setelah sebelumnya mengalahkan pesaing dari kedua benua ini. Saat ditanya bagaimana reaksi para jago panjat dunia ketika dikalahkannya, Etty menjawab, “Mereka me­nangis! Rupa­nya mereka tidak menduga kalau saya mampu mengalahkan­nya.”

Pulang ke tanah air, Etty membawa beberapa penghargaan. Selain medali dan penghargaan, juga uang seban­yak 11.000 dolar. “Tapi cuma bawa 7.500 dolar AS”, karena sisanya untuk melu­nasi hutang kepada penyandang dana”. Soalnya semua pengeluaran untuk mengikuti kompetisi itu dia peroleh dari pinjaman. Sebab KONI hanya membekali 500 dolar untuk dua orang. Jumlah itu cukup untuk uang saku saja. Namun jerih payahnya juga dihargai oleh KONI pusat. Sepulang dari Amerika itu, dia diundang Bapak Wismoyo Arismunandar (Ketua KONI saat itu). Saya diberi penghargaan berupa uang Rp 20 juta.

Kejuaraan lain yang tidak terlupa­kan adalah World Cup Speed Rock, yang digelar di Val Daone, Italia, pada 2004. Di situ, ”anak Gunung Kidul” ini memecahkan rekor dunia untuk nomor speed climbing dengan catatan waktu 27,43 detik untuk kategori semi­final. Rekor dunia sebelumnya di tangan pemanjat dinding asal Ukraina, Elena Repko, 30,01 de­tik. Tapi, di final, Etty kalah dengan atlet Ukraina yang juga idola­nya itu. Pada tahun 2005 Etty kembali menorehkan prestasinya untuk nomor speed climbing pada ke­juaraan di Italia. Ia membukukan waktu 26 detik, memperbaiki rekor atas namanya sendiri yang dicetak setahun sebelumnya.

Saat ini Etty telah hidup berba­hagia, menikah dengan seorang atlet panjat juga, Nur Rohman Rosyid dan memiliki seorang putra. Pasangan ini merupakan “yang terbaik pada jamannya” bagi dunia panjat di Indonesia. Saat Kejuaraan Dunia ESPN X Games 2000 Rosyid juga berang­kat bertanding dan berada di rangking 6 besar kategori putra. Pada saat masih aktif seba­gai atlet, Etty bahkan bisa menghidupi dirinya sendiri dan membiayai kuliahnya dari dunia panjat dinding.

Selain mendapat uang dari hadiah sebagai juara, prestasi mengkilapnya menjadi­kan ia menjadi buruan sponsor. “Saat itu Etty dibackup oleh perusahaan tas dan minuman ringan” . Bahkan Etty juga sempat membantu orang tua, meski belakangan mereka menolak. Mereka sudah cukup bangga dengan melihat trofi ha­sil prestasinya. Saat ini Etty dan Rosyid aktif membina banyak atlet muda, terutama di lingkup Yogyakarta.

Etty memulai aktivitas panjatnya ketika sekolah di SMA Negeri I Wonosari. Saat itu Etty aktif mengi­kuti kelompok pecinta alam, salah satu kegiatannya adalah mendaki gunung. Kalau di Jawa Tengah, biasanya ke Gunung Lawu, Semeru, Sumbing, dan Merapi. Tapi Etty mulai mengenal betul panjat tebing sebagai olahraga (orientasi prestasi bukan hobi semata) pada tahun 1993, ketika diajak teman nonton eksibisi panjat dinding di IKIP Negeri Jogja.

Saat itulah Etty mulai tertarik. Awalnya, Indra, teman saya meminjamkan per­alatan berupa sepatu dan tali”. Pada awalnya, bahkan Etty adalah orang yang takut ketinggian. Kepalanya terasa pening saat diatas ketinggian, apalagi bila melihat dasar dinding dengan penonton yang terlihat kecil saking tingginya tebing, tapi lama kelamaan Etty terbiasa. Adanya tali-temali se­bagai pengaman dan keberanian sehingga rasa takut surut sendiri. Yang ada kemudian justru kenikmatan dalam memanjat. Sam­pai saat ini Etty mengaku belum pernah jatuh atau cedera yang parah, paling-paling keseleo.

Etty kerap menitikkan air mata jika mengikuti upacara penyerahan hadiah. Hatinya selalu bergetar setiap kali bendera Merah Putih dikibarkan saat Etty menerima medali sebagai juara

Sepanjang tahun 2006, Etty absen dari berbagai ajang kompetisi kejuaraan panjat dinding. Etty harus istirahat lantaran hamil dan kemudian mengasuh bayinya. Tapi, sejak Agustus lalu Etty mulai berlatih lagi mengembalikan keperkasaan tangan dan kak­inya. Tahun depan, Etty akan ikut kompetisi World Cup Speed Rock di Italia. Jika latihan, bayinya yang berumur dela­pan bulan tidak lupa dibawanya. Walau hidup di dunia maskulin, Etty tetap menikmati peran sebagai istri dan ibu.

Perem­puan cool dan ramah ini berpesan pada kawula muda putri supaya mencari posisinya sendiri-sendiri dan serius me­nekuninya hingga benar-benar bisa berprestasi. Tidak masalah dimana pun dunia anda saat ini, berusahalah untuk berprestasi!

Prestasi yang pernah diraih Etty adalah peringkat 7 SPC Difficulty dan Juara III SPC Speed Asian Championship, Tai­wan (1998), Juara I Speed Climbing Asian X-Games Phuket, Thailand (1999), Juara I Speed Climbing Indo­nesia (2000), Meraih 4 medali emas dan 1 perak PON XV (2000), Peringkat 7 (SPC Boulder­ing) Asian X-Games Phuket, Thailand (2000), Juara I Speed Climbing Kejuaraan Dunia ESPN X, San Fransisco, AS (2000), Juara II Speed Climbing Kejuaraan Dunia di Shenzen, Cina (2000), Juara I Speed Climbing UIAA Asian Cup, Kunming, Cina (2001), Juara II Speed Climbing Kejuaraan Dunia di Kuala­Lumpur, Malaysia (2001), Juara III Speed Climbing Asian X, Kuala Lumpur, Ma­laysia (2002), Juara II World Cup Speed Rock, yang digelar di Val Daone, Italia (2004), dan Juara I pada 2004. World Cup Speed Rock, yang dige­lar di Val Daone, Italia (2005).

Mau lihat aksinya...Disini

20.8.10

Inilah Bapak Minuman Keras di Indonesia

Rencana Pemkab dan DPRD Tulungagung untuk mengesahkan Perda minuman beralkohol menemui kendala. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tulungagung, terang-terangan menolak Perda tersebut.

Bahkan MUI akan memberi gelar bupati Tulungagung Heru Tjahjono sebagai bapak miras (minuman keras), jika ngotot mengesahkan Perda tersebut. Perda tersebut nantinya berisi tentang izin penjualan, lokasi minum dan penggolongan minuman beralkohol.

Namun, menurut Ketua MUI Tulungagung Hadi Muhammad Mahfudz pengesahan Perda tersebut berarti melegalkan minuman beralkohol. Meskipun tujuannya mengatur, namun adanya perizinan akan mendorong tumbuhnya warung yang dengan terang-terangan menjual miras.

Apalagi izin untuk menjual miras sangat murah, hanya 1,4 juta rupiah per tahun. Hal itu dinilai akan mendorong banyak pihak mengajukan izin penjualan miras, sebab menguntungkan secara ekonomi.

“Masa jualan miras izinnya lebih murah dari pada jualan es dawet,” sindir Gus Hadi, panggilan akrabnya.

Pengasuh pondok pesantren Al-Hikmah, Mlaten, Kecamatan Kalangbret, Tulungagung ini kecewa dengan kebijakan Bupati Tulungagung. Sebab, Bupati lebih suka menjadikan Kabupaten Tulungagung sebagai kota pariwisata daripada membina usaha usaha kecil dan menengah.

Tak heran jika kemudian muncul kafe dan tempat hiburan yang begitu menjamur di Tulungagung. Akibat banyaknya lokasi hiburan, maka peredaran minuman keras pun kian marak.

Gus Hadi pun mengaku siap untuk membuat gerakan massa, guna menggagalkan Perda minuman beralkohol. Setidaknya, seluruh pondok pesantren yang ada di Tulungagung, kini sudah menyatukan barisan menolak perda tersebut.

“Kalau berani mengesahkan, Bupati akan kami wisuda sebagai bapak miras Tulungagung,” janjinya, saat ditemui di pondok pesantrennya. sumber

19.8.10

Hasil Test: Harddisk Hitachi Paling Awet, Seagate Paling Gampang Rusak

Sebuah studi dari Storelab, sebuah perusahaan perbaikan data baru baru ini mengeluarkan informasi penting tentang umur harddisk. Data dikumpulkan dalam jangka waktu lama, sesuai dengan pemakaian dan kerusakan harddisk yang mereka temukan.

Laporan ini menjadi kontroversi mengingat banyak harddisk cacat atau rusak yang dibuat oleh vendor pabrikan, dan pentingnya data yang disimpan pada harddisk komputer.

Penguna komputer, khususnya pembeli komputer secara lengkap tidak pernah tahu apa merek harddisk yang mereka gunakan. Terkadang banyak pembeli terbuai dengan masa garansi yang panjang, dan menjamin bahwa harddisk mereka akan digantikan bila rusak. Harddisk rusak akan diganti, bagaimana dengan nasib data penting. Bisa dijawab oleh produsen harddisk "tanyakan pada rumput yang bergoyang".

Harddisk untuk home PC mungkin akan kehilangan data penting seperti file musik atau foto yang menjadi koleksi pribadi. Tetapi bagi kalangan profesional, data penting yang dibuat berbulan bulan bisa saja hilang oleh rusaknya harddisk.

Berapa lama umur harddisk bisa bekerja. Jawabannya tidak pernah sama. Satu vendor umumnya bisa mencapai 3.5 tahun, tetapi ada yang lain hanya sampai 1.5 tahun. Kapasitas dan model membedakan kualitas sebuah dan umur pemakaian sebuah harddisk.

Tentang produsen pembuat harddisk, pemakai, persentasi kerusakan dan umur pemakaian

Secara umum ada 6 produsen besar pembuat harddisk yaitu Fujitsu / Toshiba, Hitachi, Samsung, Seagate, dan Western Digital.

Pada penelitian dilakukan dari 4000 unit harddisk lebih dengan format 3.5 dan 2.5 inch. Storelab melakukan perbandingan dari data yang dikumpulkan sesuai klasifikasi produk, merek dan kapasitas serta model.

Menurut iSuppli , pemakaian harddisk pada pasar komputer. Seagate memimpin penjualan harddisk Dunia, di ikuti oleh Western Digital


Menurut data Storelab yang didapat dari catatan kerusakan harddisk yang ada pada mereka. Kerusakan harddisk terbesar terjadi pada produk terbesar yaitu Seagate yang memimpin penjualan harddisk di Dunia. Hampir 2x lipat dari pangsa pasar harddisk yang ada, setara 31%

Walaupun pemakaian harddisk di Rusia hanya berjumlah 40% saja dari seluruh merek harddisk Seagate. Tetapi kerusakan harddisk dari produsen lain jauh lebih rendah, seperti Hitachi dan Western Digital hanya tercatat 11% dibawahnya.

Di bawah ini menurut data statistik kerusakan harddisk menurut persentasi. Probabilitas dari angka di bawah ini menunjukan semakin besar jumlah harddisk yang rusak yang didapat oleh StoreLab

Indikator kedua digunakan menurut umur pemakaian dan berapa lama harddisk mampu bekerja sebelum rusak.

Perancang harddisk seperti Insinyur pembuat harddisk boleh mengatakan harddisk mereka mampu bekerja bertahun tahun bahkan puluhan tahun. Tetapi kesimpulan yang mereka lakukan hanya dilakukan berdasarkan angka, dan bukan test sebenarnya. Mengingat tidak mungkin sebuah harddisk baru dijual setelah dilakukan uji coba bertahun tahun untuk mendapatkan angka MTBF.

Apa yang mengejutkan dari data yang di dapat oleh StoreLab. Harddisk ternyata ada yang umurnya hanya 1.5 tahun saja. Sedangkan terlama bekerja dari merek Hitachi dan Western Digital, mampu bekerja sampai 3.5 tahun sebelum terindikasi rusak.

Dari merek Seagate hanya tipe 7200.10 yang mampu bekerja lebih dari 3 tahun. Samsung dan Toshiba/Fujitsu juga bernasib sama, hanya bekerja dalam waktu 1.5 sampai 2 tahun saja dan masuk ke StoreLabs untuk dilakukan forensik data.

sumber: ketok.com